Banyak pemilik toserba mengukur keberhasilan produk hanya dari jumlah unit yang terjual. Padahal produk yang paling laris belum tentu menjadi produk yang paling menguntungkan. Tidak jarang sebuah barang memiliki volume penjualan tinggi tetapi margin keuntungannya sangat tipis, sementara produk lain yang terjual lebih sedikit justru memberikan kontribusi laba yang lebih besar. Oleh karena itu, evaluasi produk secara berkala sangat penting agar pemilik dapat mengetahui produk mana yang benar-benar menghasilkan cuan dan layak menjadi fokus bisnis.
Jangan Hanya Melihat Produk Terlaris
Produk terlaris memang penting karena mampu mendatangkan pelanggan dan menghasilkan omzet. Namun omzet bukanlah ukuran utama keberhasilan sebuah produk.
Sebagai contoh, produk dengan penjualan Rp100 juta per bulan tetapi margin hanya 5% menghasilkan laba Rp5 juta. Sementara produk lain dengan penjualan Rp40 juta per bulan namun margin 20% menghasilkan laba Rp8 juta. Dalam kasus ini, produk kedua sebenarnya memberikan kontribusi keuntungan yang lebih besar meskipun omzetnya lebih kecil.
Hitung Kontribusi Laba Setiap Produk
Langkah pertama dalam evaluasi produk adalah menghitung kontribusi laba masing-masing item.
Rumus sederhananya:
Kontribusi Laba = (Harga Jual − Harga Pokok) × Jumlah Terjual
Dengan perhitungan ini, pemilik dapat melihat produk mana yang paling banyak menyumbang keuntungan bagi perusahaan, bukan hanya menghasilkan omzet.
Analisis Margin Produk
Margin menunjukkan persentase keuntungan yang diperoleh dari setiap penjualan produk.
Rumusnya:
Margin (%) = (Harga Jual − Harga Pokok) ÷ Harga Jual × 100%
Produk dengan margin tinggi biasanya lebih menarik dari sisi profitabilitas. Namun margin tinggi saja tidak cukup jika volume penjualannya sangat rendah. Karena itu, margin perlu dianalisis bersama data penjualan.
Perhatikan Kecepatan Perputaran Stok
Produk yang menguntungkan tetapi terlalu lama terjual juga dapat menghambat arus kas. Modal usaha akan tertahan di gudang sehingga mengurangi kemampuan toko untuk membeli produk lain yang lebih cepat menghasilkan uang.
Karena itu, selain margin, pemilik perlu memperhatikan inventory turnover atau kecepatan perputaran stok. Produk ideal adalah produk yang memberikan keuntungan baik dan memiliki perputaran yang cepat.
Kelompokkan Produk Berdasarkan Profitabilitas
Salah satu metode yang efektif adalah mengelompokkan produk ke dalam beberapa kategori:
Produk Bintang (Star Product)
Produk dengan penjualan tinggi dan margin tinggi. Produk ini merupakan mesin penghasil keuntungan utama dan perlu dijaga ketersediaan stoknya.
Produk Penarik Pelanggan (Traffic Driver)
Produk dengan penjualan tinggi tetapi margin rendah. Biasanya berupa kebutuhan pokok yang menarik pelanggan datang ke toko.
Produk Premium
Produk dengan margin tinggi tetapi volume penjualan rendah. Produk ini dapat meningkatkan profit meskipun tidak sering terjual.
Produk Bermasalah
Produk dengan penjualan rendah dan margin rendah. Kategori ini perlu dievaluasi apakah masih layak dipertahankan atau tidak.
Hitung Return on Inventory Investment (ROII)
ROII membantu pemilik mengetahui seberapa efektif modal yang ditanamkan pada suatu produk menghasilkan keuntungan.
Rumus sederhananya:
ROII = Laba Kotor ÷ Nilai Rata-rata Persediaan
Semakin tinggi angka ROII, semakin efektif produk tersebut dalam menghasilkan keuntungan dari modal yang digunakan.
Identifikasi Produk yang Menguras Modal
Tidak semua produk yang laku layak untuk diperbanyak. Beberapa barang membutuhkan investasi stok yang besar tetapi memberikan keuntungan yang relatif kecil.
Dengan menganalisis hubungan antara nilai stok dan laba yang dihasilkan, pemilik dapat menentukan produk mana yang terlalu banyak menyerap modal dan mana yang memberikan pengembalian terbaik.
Evaluasi Produk Secara Berkala
Perilaku konsumen selalu berubah. Produk yang sangat laris tahun lalu belum tentu tetap diminati tahun ini.
Melakukan evaluasi bulanan atau triwulanan membantu pemilik mengetahui perubahan tren pasar lebih cepat. Produk yang mulai melambat dapat segera dipromosikan atau dikurangi pembeliannya sebelum menjadi stok mati.
Gunakan Data untuk Menentukan Strategi Promosi
Promosi sebaiknya tidak diberikan kepada semua produk secara merata. Produk dengan margin tinggi dan potensi penjualan besar biasanya memberikan hasil promosi yang lebih menguntungkan.
Sebaliknya, produk yang perputarannya lambat dapat diberikan promo khusus untuk mempercepat pengembalian modal dan mengurangi risiko barang menumpuk.
Pantau Profitabilitas per Kategori Produk
Selain mengevaluasi per item, pemilik juga perlu melihat kontribusi keuntungan setiap kategori seperti makanan, minuman, kebutuhan rumah tangga, alat tulis, perlengkapan bayi, atau produk elektronik ringan.
Sering kali ditemukan bahwa kategori tertentu menyumbang sebagian besar keuntungan meskipun hanya menempati sebagian kecil dari total ruang rak. Informasi ini sangat berguna untuk menentukan strategi pengembangan toko.
Gunakan Sistem yang Mampu Menghitung Profitabilitas Secara Otomatis
Melakukan analisis keuntungan untuk ratusan atau bahkan ribuan produk secara manual tentu membutuhkan waktu yang sangat besar dan rentan kesalahan. Pemilik membutuhkan sistem yang mampu mengubah data transaksi menjadi informasi bisnis yang mudah dipahami.
TensorFinance membantu pemilik toserba grosir dan eceran menganalisis profitabilitas produk melalui laporan laba rugi, margin, kontribusi keuntungan, dan nilai persediaan secara real-time. Dengan add-on TensorPOS, seluruh transaksi kasir langsung tercatat dan dapat digunakan untuk mengidentifikasi produk terlaris, produk dengan margin tertinggi, serta kategori yang memberikan keuntungan terbesar. Seluruh data tersebut terintegrasi dengan tensorERP untuk pengelolaan pembelian, inventaris, gudang, dan operasional lainnya. Dengan informasi yang lengkap dan akurat, pemilik dapat mengambil keputusan yang lebih cerdas mengenai produk mana yang harus diperbanyak, dipromosikan, atau bahkan dihentikan penjualannya demi meningkatkan keuntungan bisnis secara berkelanjutan.