Semua artikel

tensorFinance

Excel Memang Familiar, Tapi Apakah Masih Cukup untuk Bisnis Furnitur yang Bertumbuh?

Banyak usaha furnitur memulai pengelolaan biaya produksi menggunakan spreadsheet Excel. Alasannya sederhana: mudah digunakan, murah, dan sudah dikenal oleh hampir semua orang. Pada tahap awal bisnis, cara ini mungkin masih cukup membantu untuk mencatat pembelian material, biaya tenaga kerja, dan pengeluaran operasional.

Namun seiring bertambahnya jumlah proyek, variasi produk, serta kompleksitas proses produksi, Excel sering kali mulai menunjukkan keterbatasannya. Kesalahan kecil dalam pencatatan atau perhitungan dapat berdampak langsung pada profit perusahaan. Bahkan, tidak sedikit bisnis furnitur yang kehilangan keuntungan tanpa menyadarinya karena data biaya produksi yang tidak akurat.

Sulit Mengetahui Biaya Aktual Setiap Proyek

Dalam bisnis furnitur custom, setiap proyek memiliki karakteristik yang berbeda. Jenis material, jumlah tenaga kerja, tingkat kesulitan produksi, hingga biaya pemasangan bisa sangat bervariasi.

Ketika seluruh data dicatat secara manual di Excel, sering kali biaya proyek tersebar di banyak file atau worksheet yang berbeda. Akibatnya, perusahaan kesulitan mengetahui total biaya aktual dari sebuah proyek secara cepat dan akurat.

Tanpa informasi biaya yang lengkap, profit proyek yang terlihat di atas kertas bisa berbeda jauh dengan kondisi yang sebenarnya.

Risiko Human Error Sangat Tinggi

Salah satu kelemahan terbesar Excel adalah ketergantungannya pada input manual. Kesalahan mengetik angka, salah memasukkan rumus, menghapus data secara tidak sengaja, atau menggunakan versi file yang berbeda dapat menghasilkan laporan yang tidak akurat.

Dalam bisnis furnitur, kesalahan kecil pada perhitungan biaya material atau tenaga kerja dapat berdampak besar terhadap margin keuntungan. Jika hal ini terjadi berulang kali, perusahaan berpotensi kehilangan keuntungan dalam jumlah yang signifikan tanpa menyadarinya.

Semakin banyak transaksi dan proyek yang dikelola, semakin besar pula risiko human error yang harus dihadapi.

Tidak Ada Informasi Real-Time

Keputusan bisnis yang baik membutuhkan data yang cepat dan akurat. Sayangnya, Excel biasanya hanya memberikan gambaran kondisi keuangan pada saat file tersebut terakhir diperbarui.

Jika tim produksi menggunakan satu file, bagian pembelian menggunakan file lain, dan bagian keuangan memiliki file yang berbeda lagi, maka data yang tersedia sering kali tidak sinkron. Pemilik usaha harus menunggu proses rekapitulasi terlebih dahulu sebelum mendapatkan gambaran kondisi biaya produksi secara keseluruhan.

Akibatnya, keputusan penting sering diambil berdasarkan data yang sudah tidak relevan atau terlambat.

Sulit Melacak Penggunaan Material

Material merupakan salah satu komponen biaya terbesar dalam industri furnitur. Kayu, plywood, MDF, veneer, HPL, cat, dan hardware harus dipantau secara ketat agar tidak terjadi pemborosan.

Dengan Excel, pelacakan penggunaan material biasanya dilakukan secara manual. Hal ini menyulitkan perusahaan untuk mengetahui berapa material yang digunakan untuk setiap proyek, berapa sisa stok yang tersedia, dan apakah terjadi selisih antara penggunaan aktual dan perencanaan awal.

Ketika kontrol terhadap material lemah, biaya produksi cenderung meningkat dan profit proyek menjadi lebih sulit dikendalikan.

Tidak Terhubung dengan Pembelian dan Persediaan

Dalam banyak perusahaan furnitur, biaya produksi sangat berkaitan dengan proses pembelian dan pengelolaan stok. Sayangnya, pencatatan di Excel umumnya berdiri sendiri dan tidak terhubung secara otomatis dengan transaksi lainnya.

Akibatnya, tim harus melakukan input data yang sama berulang kali. Selain memakan waktu, kondisi ini meningkatkan risiko ketidaksesuaian data antara bagian pembelian, gudang, dan keuangan.

Semakin banyak proses yang dilakukan secara manual, semakin besar peluang terjadinya kesalahan pencatatan.

Sulit Mengukur Profitabilitas Produk dan Proyek

Banyak pemilik usaha furnitur mengetahui total omzet bulanan, tetapi tidak benar-benar mengetahui produk atau proyek mana yang paling menguntungkan.

Karena biaya produksi tidak terintegrasi dan tidak tercatat secara detail, proses analisis profitabilitas menjadi sangat sulit dilakukan. Perusahaan akhirnya hanya mengandalkan perkiraan ketika menentukan harga jual atau memilih proyek yang akan dikerjakan.

Padahal informasi profitabilitas merupakan dasar penting untuk meningkatkan margin dan pertumbuhan bisnis.

Pengawasan Menjadi Sulit Ketika Bisnis Berkembang

Saat bisnis masih kecil, pemilik usaha mungkin masih dapat memeriksa setiap transaksi secara langsung. Namun ketika jumlah proyek bertambah dan tim semakin besar, metode pencatatan menggunakan Excel menjadi semakin sulit diawasi.

Versi file yang berbeda, perubahan data tanpa jejak audit, serta proses pengumpulan laporan dari berbagai departemen dapat memperlambat pengambilan keputusan dan meningkatkan risiko kesalahan.

Bisnis yang sedang bertumbuh membutuhkan sistem yang mampu menyediakan data yang konsisten dan dapat diakses oleh seluruh tim yang berkepentingan.

Saatnya Beralih dari Spreadsheet ke Sistem yang Terintegrasi

Excel tetap menjadi alat yang berguna untuk analisis tertentu. Namun untuk mengelola biaya produksi secara menyeluruh, bisnis furnitur membutuhkan sistem yang mampu mengintegrasikan pembelian, persediaan, produksi, penjualan, dan keuangan dalam satu platform.

Dengan sistem yang terintegrasi, perusahaan dapat mengetahui biaya aktual setiap proyek, mengontrol penggunaan material, memantau profitabilitas, serta memperoleh informasi keuangan secara real-time tanpa harus melakukan rekapitulasi manual.

Kelola Biaya Produksi Furnitur Lebih Akurat dengan TensorFinance

TensorFinance adalah aplikasi keuangan dan akuntansi berbasis cloud yang terintegrasi langsung dengan TensorERP untuk membantu perusahaan furnitur mengelola biaya produksi secara lebih efektif. Data pembelian material, penggunaan persediaan, biaya operasional, hingga transaksi penjualan dapat terhubung secara otomatis dalam satu sistem. Dengan laporan real-time dan pencatatan yang terintegrasi, perusahaan dapat mengetahui biaya aktual setiap proyek, memantau profitabilitas dengan lebih akurat, serta mengurangi risiko kesalahan yang sering terjadi pada pencatatan manual menggunakan spreadsheet.

Lihat tensorFinance